Rabu, 03 November 2010

sedih aku menjadi tki

malam hari yang cerah senantiasa menghiasi tanah suci makkah.... sehabis pulang dari kerja untuk menghilangkan kepenatanku bekunjunglah aku ke hotel tempat kerja temanku, biasa apalagi kalau bukan ngobrol serta disampingku ada sebotol pepsi. Tahun ini alhamdulillah dengan seizin Alloh saya bisa melayani jama'ah haji Indonesia demikian yang terjadi pada temanku pula jadi apalagi yang diobrolin selain jamaah haji kita, cerita panjang lebar dari yang kakek kakek ketinggalan dimasjidil haram bapak bapak yang kecopetan ibu ibu yang nyasar tidak tahu alamat hotelnya hingga akhirnya kamipun bercerita pasangan suami istri yang naik taksi yagn isterinya dibawa lari sopirnya. wallohi wallohi wallohi cerita terahir itulah yang seakan menggores hatiku.......innalillahi wa inna ilaihi roojiuun Maha Benar Alloh dalam segala firmanNya Alloh menciptakan manusia ini sebagian ada yang beriman dan sebagian ada yang kafir sebagian ada yang beraklaq baik dan sebagianya rusak moralnya, Yaa..Alloh berikanlah petukjuk kepada mereka ......! hidayah serta tunjukilah mereka kejalan yang lurus. Hampir tidak bisa dibanyangkan sepasang suami istri yang naik taksi kebetulan sopir taksinya orang indonesia, pura pura taksi tersebut mogok kemudian sang suami disuruh turun untuk mendorong mobilnya tiba tiba setelah mobil hidup dibawalah istri tersebut oleh seorang sopir yang konon sopirnya adalah orang Indonesia. Qoddarullohu ta'ala wama sya'a faala terjadilah apa yang terjadi seorang sopir asal indonesia membawa isteri salah satu jama'ah haji kita, Ya....Alloh kuatkanlah hatinya atas cobaanmu ini. Wal hasil jatuhlah nama tki dihadapan sekian ribu jamaah haji Indonesia. Tapi ingatlah wahai tamu tamu Alloh, sejelek jeleknya tki yang ada disaudi masih banyak juga dari mereka yang baik yang menghormati kalian sebagai tamu tamu Alloh di tanah suci. 
Tangis isak hatiku tak henti hentinya sampai tulisan ini selesai kutulis, do'aku senantiasa terpanjat untuk menyadarkan mereka mereka yang kotor hatinya jelek budinya.